Baca Yang Keras, Jangan Dalam Hati Saja! 4


(Artikel populer; oleh seorang NEB)

Orang bilang Cherish the past, atau Remember the good old days, juga The memories live on, serta istilah lain yang seragam. Ini menyiratkan hal-hal yang menarik di masa lalu yang sukar dilupakan karena keasyikannya waktu itu juga manfaat yang mereka rasakan sekarang. Kalau kita bawa ini ke ranah pendidikan, ini bisa menunjukkan beberapa praktek belajar yang dulu sering dilakukan namun sekarang dilupakan, ditinggalkan, bahkan dihina sebagai jadul dan norak! Secara spesifik dalam belajar Bahasa Inggris, salah satunya adalah read aloud atau membaca keras.

Membaca (baca: dalam belajar Bahasa Inggris) sejatinya diperuntukkan tidak hanya untuk pemahaman teks lewat read by heart atau membaca dalam hati, tetapi juga perbaikan aspek bahasa secara lebih besar: intonasi, jeda, lafal, kualitas suara, aksen, penikmatan bahasa, dan penikmatan suara melalui read aloud atau membaca keras. Membaca keras seperti ini dapat diterapkan kepada berbagai jenis teks, termasuk—atau malah terutama—puisi. Biar terasa lebih hidup, membaca keras berbagai jenis teks ini dapat dianalogikan dengan hal serupa itu pada konteks yang lain.

Membaca keras teks jenis naratif, misalnya, bisa dianalogikan seperti seorang reporter yang sedang melaporkan suatu kejadian di tempat tertentu. Membaca teks jenis deskriptif dapat disejajarkan dengan pembawa acara jalan-jalan yang sedang menggambarkan keindahan suatu tempat. Membaca teks argumentatif dapat disamakan dengan seorang pembawa acara debat yang memulai acaranya dengan membaca suatu laporan kasus tertentu sebelum mewawancara tamunya. Membaca puisi dapat dilakukan seperti seorang penyair melakukannya di atas panggung.

Membaca keras seperti ini dilakukan agar proses membacanya bisa dibuat menyenangkan dengan siswa yang membaca merasa menjadi orang lain, bukan pembaca. Dan ini seharusnya dapat rutin dilakukan dalam pelajaran membaca sedemikian rupa sehingga ia menjadi bagian integral tanpa harus merusak agenda kegiatan inti membaca yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Pada level yang lebih tinggi, membaca keras ini dapat ditingkatkan menjadi semacam kontes yang bisa dinamakan read-aloud contest atau kontes membaca keras yang dapat menjadi cikal bakal newscasting contest atau kontes membaca berita.

Membaca keras seperti ini bila dapat dikembangkan dengan baik akan mengubah banyak aspek dalam diri dan Bahasa Inggris siswa secara perlahan namun pasti. Ini karena membaca keras dapat mendiagnosa dan menyelesaikan berbagai masalah bahasa yang siswa punyai dalam Bahasa Inggris mereka. Seperti yang dikemukakan di atas, membaca keras dapat memperbaiki intonasi membaca siswa. Perbaikan intonasi ini akan ditimpali juga oleh perbaikan jeda, lafal, kualitas suara, aksen, penikmatan bahasa, dan penikmatan suara yang semuanya akan sekaligus memperbaiki kualitas kemampuan berbicara mereka dalam aspek serupa karena semuanya menyangkut bunyi dan suara.

Demikianlah bagaimana membaca keras memberikan banyak manfaat walau nampak semakin ditinggalkan tetapi tetap dapat dihidupkan kembali dengan cara seperti yang telah dikemukakan di atas. Hendaknya praktek yang sudah bagus dan bahkan masih dilakukan di negara lain tetap dapat dipertahankan dan bukannya ditinggalkan hanya karena terasa jadul atau malah sebenarnya karena guru yang tidak berkompeten untuk mengajarkannya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.