Bercakap-Cakap Tanpa ‘Grammar’? 7


(Artikel populer; oleh seorang NEB)

Kita sering mendengar orang yang bermaksud belajar percakapan Bahasa Inggris berkata: “Pak. Saya mau belajar percakapan Bahasa Inggris. Percakapan langsung aja ya Pak. Grammar-nya tidak perlu.” Apa yang harus kita katakan kepada calon siswa seperti ini?

Dari banyak contoh yang terdengar dalam percakapan Bahasa Inggris yang terekspos kepada mereka di atas, Bahasa Inggris percakapan memang nampak dan kedengaran seperti tanpa grammar. Namun ‘nampak dan kedengaran’ belum tentu sejatinya benar. Karena bisa jadi orang-orang yang menganggapnya demikian belum tahu persis bagaimana sebenarnya Bahasa Inggris percakapan digunakan.

Sebenarnya dalam Bahasa Inggris percakapan grammar tetap ada. Tapi tidak seperti dalam Bahasa Inggris tulis, dalam Bahasa Inggris percakapan, grammar lebih fleksibel dalam bentuk untuk menyampaikan makna dengan cara yang efektif dan efisien. Fleksibel di sini berarti bahwa grammar-nya bisa direduksi atau diperpendek, karena grammar dalam bahasa percakapan adalah grammar yang fungsional lebih daripada struktural.

Fenomena inilah yang mungkin orang-orang belum pahami tentang Bahasa Inggris percakapan, sehingga begitu mereka tidak mendengar grammar yang mereka pelajari baku dan kaku dalam Bahasa Inggris tulis, mereka menyimpulkan bahwa Bahasa Inggris percakapan tidak mempunyai grammar. Tapi kita sekarang tahu bahwa dalam Bahasa Inggris percakapan, grammar bisa dibuat fleksibel sehingga tidak kaku dengan cara mereduksinya.

Untuk memberikan satu-dua contoh, marilah kita simak percakapan berikut ini:

A: You’re married?

B: Was

Dalam bertanya tentang status perkawinan, A tidak bertanya Are you married? yang merupakan pertanyaan standar tentang status perkawinan yang orang atau siswa tahu; tapi ia menggunakan kalimat pernyataan saja yang dibuat menjadi pertanyaan dengan menaikkan intonasi di akhir kalimatnya. Bentuk to be are pun dikontraksi dan digabungkan dengan bunyi subjek. Bahkan pada tingkat selanjutnya, bentuk you’re pun akan kedengaran you saja, thus, You married?

Kemudian, B tidak memilih untuk menjawab dengan mengatakan I was married, tapi ia hanya menggunakan to be lampau was saja. Ia tahu subjeknya (dia sendiri) sudah dimafhumi oleh lawan bicaranya, dan kata married hanya perulangan saja, jadi tidak perlu lagi diucapkan. Menariknya, maknanya tetap saja ditampilkan utuh walau hanya oleh to be was. Artinya ‘saya dulu pernah menikah tapi sekarang cerai’. Kalau mau, B bisa saja mengucapkan itu lengkap: I was married, but now (I) am divorced. Tapi dia tidak memilihnya. Dia lebih memilih ekspresi pendek dengan makna yang sama karena ia sadar akan aturan-aturan Bahasa Inggris percakapan yang digelar di atas.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.