Plagiarisme Cerminan Budaya Posesif Kolektif Bangsa Kita; Ini Kegagalan Pendidikan Yang Nyata


(Artikel populer; oleh seorang NEB)

Yang memplagiat: http://arisatria87.blogspot.com/2012/04/problem-in-teaching-english-grammar-to.html.

Yang diplagiat: http://nasbat-english.com/2011/01/teaching-grammar-and-topics-integratedly/.

Yang memplagiat 2: http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/132608297302.pdf.

Yang diplagiat 2: http://nasbat-english.com/2012/05/translating-from-indonesian-into-english-problems-and-challenges/.

Bangsa Timur termasuk bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Ini dalam keseharian kehidupan, misalnya, ditunjukkan dalam semangat mengerjakan sesuatu secara gotong-royong, juga semangat memiliki sesuatu secara bersama-sama pula. Budaya posesif kolektif seperti ini paling kelihatan dalam konteks pembajakan hasil karya orang lain yang boleh jadi merupakan hasil kekayaan intelektual yang mahal nilainya. Tapi sepertinya praktek seperti ini susah diperangi sekalipun sudah ada payung hukum yang mendorongnya. Praktek seperti ini sudah mendarah daging.

Dalam konteks formal-akademis, pembajakan seperti ini pun terjadi. Praktek ini dinamakan plagiarisme, yang sederhananya berarti pengambilan sebagian atau seluruh tulisan atau teks orang lain tanpa pengakuan dan penyebutan sumbernya. Dalam zaman ICT seperti sekarang di mana kegiatan menulis menjadi begitu ekstensif sampai menulis online dalam kegiatan blogging, praktek ini dipermudah tapi diperparah dengan proses copy and paste dan cut and paste tulisan atau teks orang lain dengan gampang. Fenomena plagiarisme ini dipandang serius dan mendapat konsekuensi berat dalam dunia formal-akademis.

Dipandang dari sudut yang luas, plagiarisme adalah kegagalan pendidikan secara utuh dalam mendidik siswa untuk mempunyai sikap, karakter, akhlak, prilaku, integritas, potensi, dan kepercayaan diri. Dalam hal ini, siswa gagal dalam menghormati dan mengakui hasil karya orang lain, bahkan tidak mampu menunjukkan hasil karya sendiri serta menikmatinya juga (Celebrate your works—kata Alwasilah, pakar pendidikan Bahasa Inggris dari UPI). Ini adalah masalah yang serius. Peperangan terhadap plagiarisme karenanya harus dilakukan tidak hanya dalam pelajaran menulis dalam pelatihan aspek mengutip, memparafrase, menyimpulkan, menyebutkan sumber, dll, tapi juga dalam pelajaran lain yang lebih luas seperti pendidikan moral, pengembangan diri, dan bimbingan dan penyuluhan.

Berkaitan khusus dengan kasus sekarang ini, tulisan dan teks NE—NASBAT English adalah tulisan istimewa yang ekstensif dalam cakupan dan isi. Tulisan ini bisa berbentuk artikel, artikel populer, makalah presentasi, makalah seminar, dll. Pengambilan seluruh atau sebagian tulisan Kami tentu harus dengan menyebutkan Kami sebagai sumber tulisan. Ini mengikuti aturan pengutipan yang bahkan berlaku umum saja yang semua penulis bahkan blogger tahu. Pengambilan tulisan Kami tanpa mengindahkan aturan di atas adalah pencurian ide dan tulisan saja. It’s a crime. Plain and simple.

Bagaimana Kami bisa tahu bahwa ada yang mencuri ide dan tulisan Kami dengan pihak yang mengambil tentu berpikiran Kami tidak mengetahuinya? Tentu saja dengan cara yang sederhana juga, yang dapat menjadi pelajaran bagi penulis dan blogger lain untuk melindungi kepemilikan tulisannya. Kami mengambil secara acak tulisan Kami, kemudian memblok satu bagian atau paragraf acak, kemudian mengkopi dan menempatkannya di Google search untuk mencarinya. Tentu hasilnya akan kembali ke situs Kami. Tapi kalau ada yang mengutipnya, hasil temuannya juga akan menuju situs target yang mengambilnya. Kami tinggal melihat apakah itu pengutipan atau pencurian. Satu contoh baik dan etis tentang proses pengutipan sebagian atau seluruh teks Kami oleh seseorang dapat dilihat di tautan berikut http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=9691370.

Dengan demikian Kami menunggu saja konfirmasi dari pihak yang tersebut di tautan atas untuk memahami apa yang sudah mereka lakukan dengan dan kepada tulisan Kami dan menganalisa sendiri apakah mereka mengutip dengan benar atau malah mengambil begitu saja tulisan Kami dan sekaligus mengklaimnya sebagai tulisan mereka. Apalagi seperti yang tertera, yang bersangkutan mengaku sebagai mahasiswa program magister suatu perguruan tinggi swasta di mana kegiatan menulis dan mengutip harus benar-benar mengikuti aturan yang formal-akademis. It’s THAT simple.

Referensi makalah atau artikel yang diplagiat:

Antoni, F. (2003, October). Teaching Grammar and Topics Integratedly Revisited: An Alternative for Tomorrow’s ELT in Indonesia. Paper presented at the 51st TEFLIN International Conference, Bandung ada di referensi artikel http://nasbat-english.com/2011/01/topics-functions-and-vocabulary-combined-students’-english-refined/.

Antoni, F. (2003, September). “Translating from Indonesian into English: Problems and Challenges.” Paper presented at Kongres Nasional Penerjemahan 2003, Solo ada di referensi makalah http://nasbat-english.com/2011/01/improving-the-teaching-of-indonesian-language/.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.