Kemampuan Bahasa Inggris pada Anak Meningkatkan Kepercayaan dan Citra Diri


(Artikel populer; oleh seorang NEB)

Pengajaran bahasa asing, dalam hal ini Bahasa Inggris, kepada anak (Pengajaran Bahasa Inggris kepada Anak, selanjutnya PBIA) mengalami pasang surut sampai bahkan kegalauan dalam hal kurikulum, silabus, materi, pendekatan, strategi, usia, kegunaannya, dan konfliknya dengan pengajaran bahasa ibu dan Bahasa Indonesia. Isu-isu ini diangkat tidak hanya dalam koridor pengajaran Bahasa Inggris secara formal di sekolah, tetapi juga dalam konteks pelatihan Bahasa Inggris secara non-formal di lembaga pelatihan atau kursus Bahasa Inggris.

Kegalauan seperti ini tetap saja tidak menegasikan fakta bahwa PBIA membawa hasil. Ada banyak success story yang berkaitan dengannya yang kalaupun tidak diangkat ke permukaan, tapi dirasakan oleh anak dan orang tua yang mengirimkan anaknya untuk belajar Bahasa Inggris terutama secara non-formal. Jadi yang tersisa kepada orang tua adalah kepandaian dalam memilih lembaga pelatihan atau kursus Bahasa Inggris yang mumpuni dan efektif melatih anaknya untuk dapat berbahasa Inggris secara gradual tetapi pasti.

Kemampuan Bahasa Inggris pada anak yang diperoleh sejak dini akan meningkatkan kepercayaan dan citra dirinya. Ini tidak dapat dipungkiri; bahkan bisa dipastikan bahwa orang-orang yang berkeberatan dengan pengajaran Bahasa Inggris secara dini kepada anak dengan berbagai alasan yang berakar dari beragam faktor di atas adalah mereka yang justru mengirimkan anaknya untuk belajar Bahasa Inggris sedari awal. Orang tua yang bahkan tidak tahu dengan pendidikan dan pengajaran tidak pernah berkeberatan dengan PBIA.

Peningkatan kepercayaan dan citra diri dari kemampuan Bahasa Inggris sejak kecil ini memang tidak gampang diukur karena bersifat afektif dan psikis, tapi dapat dilihat dan dirasakan. Ini terlebih lagi kalau dilihat dalam satu kontinum panjang belajar anak dari awal sampai saat ia menapaki jenjang pendidikan selanjutnya yang lebih tinggi dan tinggi lagi. Kemungkinan interaksi kelas dan luar kelas dalam Bahasa Inggris, buku teks dalam Bahasa Inggris, persaingan dalam dan dengan Bahasa Inggris, lomba dalam dan dengan Bahasa Inggris, dll. tidak hanya menghendaki mereka dapat terlibat dalam menggunakan Bahasa Inggris saja, tapi juga menumbuhkan kepercayaan dan citra diri mereka yang seakan dilemparkan ke kancah pergaulan global walau mulai dalam dan dengan skala kecil.

Kemampuan Bahasa Inggris pada anak sejak awal membuat mereka berpikir bahwa mereka adalah benar bagian dari masyarakat global yang mampu bersaing dengan yang lain, dengan ini dimulai dengan kemampuan menampilkan diri, pikiran, pendapat, dan logika dalam bahasa internasional yang semua orang tahu dan harus mampu, yaitu Bahasa Inggris ini. Inilah yang sebenarnya dinafikkan oleh orang-orang yang berkeberatan dengan PBIA sedari dini. Maka tinggalkan orang-orang dan kepercayaan mereka seperti ini dan percayalah kepada mereka yang berpikir positif tentang PBIA yang benar.

Dalam kata-kata seorang anak yang sudah belajar Bahasa Inggris sejak usia 3 tahun dan sekarang kelas 1 SMP dan menjadi ikon program Bahasa Inggris untuk remaja lembaga—seperti yang dapat dilihat dalam tautan Endorsemen & Testimoni—tentang terutama Bahasa Inggris akademis untuk proses dan kegiatan belajar-mengajar, “Lebih penting daripada sekedar kemampuan berkomunikasi Bahasa Inggris umum sehari-hari, Bahasa Inggris Akademis adalah alat yang membuat saya mampu mengemukakan pendapat, menjelaskan materi pelajaran, sampai ke presentasi di depan kelas.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.