‘NASBAT, Not Bad!’


(Artikel populer tentang lembaga dan layanannya; oleh seorang NEB)

NASBAT English adalah akronim dari Not-A-Skill-But-A-Tool English, yang filosofis dalam makna dan kebetulan sekali dapat disingkat menjadi sebuah kata yang enak diucapkan dan disandingkan dengan penjelas not bad (hebat), sehingga NASBAT, not bad! bermakna ‘NASBAT, hebat!’; nama ini bermakna bahwa lembaga memperlakukan, melatih, dan mengajarkan Bahasa Inggris sebagai alat kepada siapa saja yang memerlukannya, bukan keterampilan kepada segelintir orang saja.

NE—NASBAT English menawarkan layanan alternatif pelatihan dan pengajaran Bahasa Inggris yang berbeda dalam fokus dan metoda serta tekniknya dibandingkan dengan kursus atau lembaga pengajaran Bahasa Inggris yang lain—dengan program primadonanya Bahasa Inggris akademis (Academic English). NE—NASBAT English menjadikan Bahasa Inggris sebagai alat, bukan keterampilan untuk siapa saja yang membutuhkannya. Dengan demikian NE—NASBAT English menawarkan program Bahasa Inggris yang beragam tergantung kebutuhan pelanggan dan menerima berbagai segmen siswa.

Kurikulum dan materi yang NE—NASBAT English berikan adalah customized, artinya didasarkan kepada apa yang dibutuhkan oleh siswa. Untuk ini NE—NASBAT English mengadakan needs analysis (analisa kebutuhan) dengan memberikan formulir yang harus diisi calon siswa dengan informasi atau keterangan tentang kegiatan berbahasa, fungsi bahasa, ekspresi, kosakata, dan istilah yang biasa mereka pakai dan perlukan nantinya dalam Bahasa Inggris. Hasil ini kemudian dijadikan basis untuk menyiapkan silabus dan materi pengajarannya.

NE—NASBAT English menggunakan metoda mengajar-belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa akan kemampuan Bahasa Inggrisnya. Misalnya, siswa yang belajar Bahasa Inggris sebagai academic English untuk kegiatan belajar di kelas atau mengasah kemampuan Bahasa Inggris akademisnya untuk menyatakan pendapat, menjelaskan, memberi komentar, menyetujui, mendebat, dll. akan mendapatkan kesempatan bersimulasi kegiatan ini. Contoh lain, manager korporat yang memerlukan kemampuan Bahasa Inggris ujar untuk memimpin rapat, menggelarkan isi rapat, mengendalikan rapat, menerima pertanyaan dalam rapat, menjawab pertanyaan dalam rapat, dan menutup rapat pun akan berlatih fungsi-fungsi bahasa ini dalam belajarnya.

Dalam pelatihan dan pengajarannya, NE—NASBAT English menggabungkan fixed expressions (bahasa fixed) dan creative language (bahasa kreatif). Bahasa fixed adalah bahasa yang tidak banyak berubah dalam bentuknya dan digunakan dalam banyak speech events (kegiatan berbahasa); bahasa jenis ini dapat dengan mudah diajarkan. Siswa pun dapat mengingat dan menggunakannya dengan mudah. Bahasa kreatif, pada sisi lain, adalah bahasa yang membutuhkan pikiran dan kreativitas siswa dalam menata dan menggunakannya dalam berbagai kegiatan berbahasa pula. Bahasa terakhir inilah, yaitu bahasa kreatif, yang harus lebih banyak dilatih kepada siswa.

Selanjutnya, NE—NASBAT English juga tidak memaksa diri mengajarkan full mastery (kemampuan sempurna) kepada siswa yang tidak akan pernah mendapatkannya, persis seperti kata Alwasilah (2001: 46): “praktek pengajaran Bahasa Inggris di sini (Indonesia-ed) terlalu menekankan kesempurnaan pemerolehan kemampuan bahasa ini, yang tidak akan pernah terjadi …” Dengan pragmatis dan logis NE—NASBAT English menawarkan dan mengajarkan language intelligibility (keterpahaman) dan memberikan working command (kemampuan yang cukup) bagi siswa untuk mampu menggunakannya dengan baik sesuai kebutuhannya.

Referensi:

Alwasilah, A. C. (ed.). 2001. Language, Culture, and Education: A Portrait of Contemporary Indonesia. Bandung: CV. Andira.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.