‘Grammar’ Itu Tidak Beku, Tapi Cair Mengikuti Aliran Konteksnya


(Posting tentang grammar; oleh seorang NEB)

Banyak orang mengajar grammar secara saklek sehingga grammar menjadi beku dalam bentuk dan penggunaannya: Ini tidak boleh; itu tidak benar; dsb. Sebenarnya grammar itu cair saja mengikuti aliran konteks di mana ia digunakan. Seorang pendidik dalam pidatonya memberikan contoh kalimat I am sleeping yang katanya sering dibuat oleh siswa yang tidak akan pernah terpakai secara praktis karena mana mungkin orang yang sedang tidur dapat mengatakan kalimat seperti itu. Sebenarnya, hanya di atas kertas saja kalimat seperti itu tidak berterima. Dalam kenyataan dan konteksnya yang tepat, ujaran itu terucap dengan lancar dan kena konteksnya. Dalam sebuah program tentang simpanse produksi Walt Disney, narator programnya yang bintang Hollywood, Tim Allen, sewaktu memberikan suara untuk seekor simpanse ayah yang sudah mulai tidur dan mencoba terus tidur ketika anak-anaknya datang mengganggu mengucapkan kalimat di atas: “Come on; get away. I’m sleeping. I’m still sleeping” untuk menyatakan tidur yang sedang ia coba teruskan dengan matanya merem-melek. Contoh lain, kebanyakan guru Bahasa Inggris mengajarkan bahwa kata-kata kerja seperti love, like, hate, dsb. tidak dapat mengambil bentuk ‘sedang’ (continuous) dengan akhiran –ing. Dalam film keluarga Jungle to Jungle, seorang karakter di film itu sewaktu disodorkan sebuah baju berseloroh: “Oh, I am liking this” untuk menyatakan bahwa persis waktu dia melihat baju itu, dia menyukainya. Lanjut penyanyi Iwan Fals “entah esok hari, entah lusa nanti.” Contoh lain lagi, seseorang yang ditanya dengan pertanyaan Are you married? menjawab cukup was saja untuk menggantikan jawaban lengkap pengulangan (Yes) I was married untuk menyatakan bahwa dia pernah menikah tapi sekarang sendiri lagi. Masih banyak contoh lain lagi juga yang menyiratkan bahwa grammar itu pada dasarnya tidak beku tapi cair saja. Yang lebih menuntun benar-salah bentuk dan penggunaannya bukanlah aturan sakleknya, tapi konteks penggunaannya. Benarlah kiranya seorang pakar pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Semarang, Dr. Helena Agustien, yang mengatakan: “The context of grammar is text”, yang makna diperluasnya adalah bahwa benarnya grammar itu adalah sebagaimana ia digunakan dengan pas dalam konteksnya dalam wacana (oral atau tulis) bukannya aturan sakleknya 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *