Proses Kognitif Dalam Berbahasa


(Posting tentang proses berpikir dalam memproduksi bahasa; oleh seorang NEB)

Sebagai manusia, pengguna bahasa—juga dalam hal ini Bahasa Inggris—mestilah berpikir dalam memproduksi bahasanya. Proses berpikir menghasilkan bahasa inilah yang dinamakan proses kognitif (cognitive process). Tidak mungkin seorang pengguna bahasa menghasilkan bahasanya begitu saja tanpa bepikir tentang apa yang harus ia sampaikan dan bagaimana caranya. Walaupun pada akhirnya penggunaan bahasa itu berlangsung spontan dan refleks terutama dalam bahasa oral atau ujaran, proses pembelajarannya tetap saja dapat dilakukan lewat latihan berkala dan berjenjang untuk mencapai tujuan akhir itu. Di sinilah munculnya pendekatan kognitif pembelajaran bahasa yang dikenal dengan Generative-Transformational Grammar (GTG) yang sederhananya berarti bahwa pengguna bahasa mesti mampu membolak-balik elemen dari bahasa yang hendak mereka keluarkan untuk menyampaikan makna dengan fokus tertentu. Seperti terlihat di atas, tahapnya adalah proses kognitif dulu, baru ini kemudian dituangkan ke dalam GTG dan bukan sebaliknya. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa bahasa yang pembelajar-pengguna hasilkan lewat GTG tidak alami karena dihasilkan seperti oleh mesin tanpa pikiran kecuali langkah perintah saja—seperti yang banyak disampaikan oleh pengeritik GTG. Bagian yang paling penting dalam produksi bahasa mengikuti pendekatan ini dinamakan tema (theme) yang lebih sering disebut subjek (S) saja. Istilah tema lebih pas digunakan di sini. That is, tema adalah bagian ide yang paling penting; intinya adalah bahwa bagian kalimat yang paling penting mesti diletakkan di awal kalimat dan inilah yang dilabeli tema. Nah, proses latihan inilah yang diwadahi oleh GTG dengan proses kognitif yang tetap harus jalan untuk menghindari produksi bahasa yang tidak alami dan tidak berterima. Sebagai contoh, dalam kalimat I hurt the girl, bagian I dipentingkan; lewat proses transformasinya menjadi The girl was hurt by me, bagian the girl diutamakan; seterusnya, dalam What I did hurt the girl, bagian What I did paling utama; dalam Hurting her was what I did, bagian Hurting paling penting; dalam Hurt was she by me, bagian Hurt paling signifikan; dan semuanya berterima dengan fokus makna ada dalam tema yang memulai kalimatnya 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *