Modal Kemampuan dan Sikap Awal atau ‘Entry Behavior’ Siswa


(Posting tentang modal kemampuan dan sikap awal atau entry behavior siswa; oleh seorang NEB)

Satu aspek dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang jarang dibahas padahal amat penting untuk keberhasilan belajar adalah modal kemampuan dan sikap awal (entry behavior) siswa terhadap Bahasa Inggris. Dengan lembaga dan SDM-nya sudah terbaik dan mumpuni, maka siswa yang terjaring dan siap belajar pun mesti lebih dulu mempunyai modal kemampuan dan sikap awal (entry behavior) yang cukup. Secara formal, ini dapat dijaring lewat tes penempatan (placement test); namun ini seringkali hanya bertujuan praktis menempatkan siswa dalam kelompok atau kelasnya daripada benar-benar mendapatkan gambaran modal kemampuan dan sikap awal (entry behavior) mereka. Cara yang lebih efektif adalah melalui analisa kebutuhan (needs analysis) belajar Bahasa Inggris dalam bentuk angket untuk diisi, yang kemudian diikuti oleh wawancara atau menulis untuk melihat kemampuan bahasa ujar atau tulis awal siswa. Seringkali yang menjadi komentar kepada cara yang disebut terakhir ini adalah bahwa ia tidak praktis untuk jumlah calon siswa yang banyak. Sebenarnya bukan caranya yang tidak praktis, tapi strateginya yang mesti dimainkan. Waktu wawancara atau menulis tidak perlu (terlalu) lama, dan semua SDM guru atau tutor dapat dikerahkan. Setelah semua ini dilalui dan siswa mulai belajar, maka yang mesti dipelihara selanjutnya barulah motivasi dan dorongan mereka dalam belajar yang tidak boleh kendur dan surut di tengah jalan. Sedangkan SDM guru atau tutor harus tetap diyakinkan memberikan proses pembelajaran yang paling efektif untuk mengantar siswa mencapai tujuan belajarnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.