Bahasa Inggris dan Pengembangan Diri


(Cukilan Pidato Pengukuhan Prof. Dr. H. Didi Suherdi, M.Ed sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pengajaran Bahasa Inggris pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia; diposting oleh seorang NEB)

Bahasa adalah alat berfikir dan berfikir pada dasarnya merupakan kegiatan berbahasa atau berkomunikasi dengan diri sendiri. Seorang individu yang multibahasa akan memiliki probabilitas untuk mengakses informasi yang lebih besar dari pada seoarng monolingual. Apalagi jika salah satu dari bahasa yang dikuasainya adalah bahasa Inggris yang kini telah menjadi bahasa internasional yang paling luas penggunaannya (Freeman 2010).

Dengan menguasai bahasa Inggris, para pelajar kita diharapkan dapat mengembangkan dirinya jauh lebih baik dari pada jika mereka tetap monolingual atau tidak menguasai bahasa asing. Dengan modal penguasaan bahasa Inggris ini mereka dapat memiliki akses terhadap suasana akademik yang lebih kondusif, budaya yang lebih kompetitif, dan kesempatan bergaul lintas budaya sehingga dapat mengembangkan kearifan yang lebih baik dalam menjalani hidupnya.

Dengan akses terhadap suasana akademik yang lebih kondusif, mereka akan memiliki sikap akademik, disiplin dan pencapaian yang lebih kompetetitif sehingga kemampuan intelektualnya terbina dan sikap ilmiahnya berkembang. Inilah model penting dalam pengembangan diri dan pembangunan bangsa.

Sementara itu, dengan pengalaman budaya yang lebih kompetitif, mereka akan mengembangkan hidup yang lebih produktif dan inisiatif hidup yang lebih tajam. Dengan demikian bangsa ini akan diwarnai oleh kerja keras dan penuh prakarsa dalam segala bidang kehidupan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.