Bahasa Lengkap Vs Bahasa Pendek dalam Mode Ujar: Pilih Mana?


(Posting tentang bahasa lengkap vs bahasa pendek dalam mode ujar; oleh seorang NEB)

Baik bahasa lengkap maupun bahasa pendek keduanya memang dapat menyiratkan makna yang sama. Keuntungannya, tentu bahasa pendek akan lebih ekonomis; bahasa panjang memakan banyak berpikir dan usaha. Tapi, kelemahannya, bahasa pendek gampang menunjukkan keterbatasan wacana, struktur, dan kosakata (WSK). Bahasa lengkap, sebaliknya, mudah menyiratkan kejembaran WSK. Siswa yang bisa bahasa lengkap dipastikan mampu bahasa pendek, tapi siswa yang berbahasa pendek tidak otomatis dapat berbahasa lengkap. Bahasa lengkap akan mudah diterapkan langsung ke mode menulis. Bahasa pendek lebih merupakan fitur bahasa ujar. Bahasa lengkap adalah ciri bahasa formal dan akademis. Ini adalah bahasa resmi.

Jadi, kalau dilirik-lirik, bahasa lengkap akan tetap memberikan lebih banyak keuntungan kepada siswa daripada bahasa pendek. Karenanya, siswa mesti dilatih dan dibiasakan memproduksi bahasa lengkap baik dalam mode ujar apalagi menulis. Ini mesti dimulai dari (cara) siswa menjawab pertanyaan. Ali Saifuddin (2009: 308-309) memberikan contoh berikut, yang sengaja saya tampilkan penuh kutipannya biar mantap sbb.:

“Examiner: “How long have you been in Bandung?”
Maka Anda jangan menjawab secara langsung:
“Three months”
Jawaban seperti ini terlalu pendek dan tidak menggambarkan sejauh mana Anda menguasai komunikasi oral dalam Bahasa Inggris. Anda bisa memberikan jawaban yang lebih panjang, seperti:
“Three months. I lived in Manchester for sixteen years since I was in elementary school. Then, my parents brought me to this town three months ago.”” (Bagian Bahasa Inggrisnya sengaja saya cetak miring untuk membedakan jenis bahasa).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *