Melatih Percakapan kepada Para Petinggi: Seni, Misi, dan Strategi


(Posting tentang mengajar percakapan kepada para petinggi yang membutuhkan seni, misi, dan strategi; oleh seorang NEB)

Para petinggi, yaitu figur penting dalam lembaga pemerintah, perusahaan, atau institusi polisi atau militer, juga seringkali perlu belajar Bahasa Inggris, utamanya percakapan Bahasa Inggris. Mereka bisa jadi berkolega dengan orang asing, mewakili perusahaannya bernegosiasi dengan klien atau rekan asing, atau presentasi dalam forum internasional. Untuk ini, meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris oral atau percakapan adalah keharusan. Paling tidak, mereka bisa membiasakan diri menggunakan Bahasa Inggris. Melatih figur-figur penting seperti ini seperti manajer, direktur, dan inspektur membutuhkan seni—menghendaki pemahaman bahwa mereka adalah orang-orang penting yang memiliki posisi, wibawa, kepercayaan diri, dan sejumput kemampuan Bahasa Inggris—hanya saja minus kebiasaan menggunakan Bahasa Inggris itu. Dengan demikian, dengan karakteristik seperti itu, melatih mereka tidak dapat disamakan dengan mengajar umum, mahasiswa, apalagi siswa. Melatih mereka tidak boleh menghilangkan label-label mereka di atas. Melatih mereka tidak boleh menggurui. Melatih mereka tidak boleh memenuhi tuntutan silabus belajar saja. Misi melatih mereka harus bertumpu dan mulai dari apa yang mereka sudah miliki (building on what they have got), mengangkatnya ke dalam belajar, memolesinya setiap kesempatan belajar, dan memperbaikinya pelan tapi pasti. Nah, strategi yang pas untuk ini adalah menyiapkan dalam banyak potongan kertas berbagai pertanyaan utamanya pertanyaan wh- dan how yang menanyakan hal-hal seputar diri mereka (self-introduction), deskripsi kerja dan rutinitas kerja mereka sehari-hari (job description and job routines), hal-hal seputar hubungan mereka dengan pihak luar terkait (matters concerning their relationship with related external parties), dan hal-hal umum (current general topics on world affairs). Masukkan semua potongan kertas pertanyaan ke dalam mangkuk. Setiap pertemuan, ambil secara acak potongan kertas dan ajukan pertanyaannya. Elaborasi jawaban untuk memberikan pertanyaan tambahan. Ambil pertanyaan baru dan tanyakan lagi. Catat semua masalah kebahasaan yang dapat diremedi nanti. Berikan alternatif struktur atau kosakata yang diperlukan bila diminta. Setelah ini, satu strategi lain yang bagus adalah menyediakan berbagai slide tabel, daftar, grafik, diagram, struktur organisasi, atau lainnya topik relevan. Partisipan belajar menjelaskan slide ini dengan ‘membahasakannya.’ Lagi-lagi, catat semua masalah kebahasaan yang dapat diremedi nanti. Berikan alternatif struktur atau kosakata yang diperlukan bila diminta. Contoh-contoh pertanyaan diberikan di bawah ini:

Would you introduce yourself?
What is your position?
What is your job description?
Do you work in a team or by yourself?
Do you have subordinates working under you?
Would you explain the table on differences between conventional banking and Sharia banking?
Etc.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *