Melatih atau Mengajar Yang Dikontekstualkan


(Posting tentang melatih atau mengajar yang dikontekstualkan; oleh seorang NEB)

Melatih atau mengajar sesuatu kepada seseorang itu memang seringkali harus dikontekstualkan agar gampang dimengerti. Waktu melatih bagian Structure and Written Expressions dari TOEFL(R) kepada siswa saya perwira menengah (pamen) polisi tentang persesuaian (agreement) S-P, dan ada kebingungan beliau mengerti mengapa It can provide bukan It can provides dengan subjek yang sebenarnya tunggal It, saya jelaskan sbb: ‘Anggap Bapak sedang mengamankan Presiden Jokowi; maka subjek It adalah ring 1, dan can adalah ring 2; maka pasukan yang paling bertanggung jawab terhadap massa (P—people; predicate) agar tidak mendekati presiden adalah ring 2 dulu. Demikianlah, yang paling bertanggung jawab kepada P (predicate) adalah can bukan It, dan can diikuti oleh kata kerja pertama tanpa tambahan apapun bahkan tidak akhiran -s untuk subjek tunggal It di atas.’ Dengan begini, beliau menjadi lebih mengerti sehingga mendapatkan momen ‘Ooo’-nya. Dan, voila, beliau jadi teringat tugas beliau tahunan yang lalu mengamankan acara pelantikan Gubernur Sulawesi Tenggara di ring 3, dan berceritalah dulu beliau tentang ini sebagai intermezzo. Mantap! 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.