Tokoh Guru—Digugu dan Ditiru


(Posting tentang tokoh guru yang digugu dan ditiru; oleh seorang NEB)

“Apa yang barangkali saya coba sampaikan dengan contoh-contoh di atas adalah bahwa yang saya atau kami ingat dari guru sebagai siswa tidak hanya pelajaran yang mereka sampaikan, tetapi juga karakter, wibawa, karisma, dan cara serta gaya mereka dalam menyampaikan pelajaran itu. Dalam bahasa pendidikan, inilah yang ahli maksudkan dengan perbandingan antara learning (pemelajaran) dan acquiring (pemerolehan). We learn what you teach but acquire what you don’t. Ini sebuah ekspresi yang susah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia karena pilihan katanya tapi indah dalam redaksi dan sarat dalam makna. Dan guru yang mendidik dan mengajar dengan cara begini tidak hanya akan menyampaikan pelajaran dan menebarkan pemahaman tapi juga meneruskan karakter mereka dengan sadar atau tidak kepada siswanya. Dan di kemudian hari ini mungkin sekali akan mewarnai dan mempengaruhi kehidupan mereka baik secara profesional maupun pribadi” (Bagian pidato saya kepada para guru saya dalam suatu acara reuni).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.