Yang Penting tentang Perbedaan Pendidikan Amerika-Indonesia


(Posting tentang perbedaan pendidikan Amerika-Indonesia; oleh seorang NEB)

Bagi yang gemar berbincang dan berharap bahwa pendidikan kita Indonesia bisa sama dengan pendidikan Amerika dalam berbagai aspek macam otonomi, fun, kreativitas, inovasi, terobosan, ketahuilah bahwa ada perbedaan penting antara 2 pendidikan 2 negara itu yang tidak gampang memungkinkan hal itu terjadi di Indonesia. Amerika tidak mempunyai sistem pendidikan nasional. Pendidikan dianggap sebagai tugas warga masing-masing negara bagian. Tugas Departemen Pendidikan federal yang ada hanyalah untuk mengumpulkan informasi, memberikan masukan, dan membantu mendanai program pendidikan tertentu saja (Stevenson, edisi 1997: 48—terj.).

Dengan demikian setiap negara bagian bebas mengembangkan sistem pendidikannya sendiri hanya dengan mengikuti garis-garis besar pokok pendidikan yang sudah ditentukan oleh Departemen Pendidikan federal saja. Di sinilah setiap otonomi, fun, kreativitas, inovasi, terobosan tersebut di atas dapat diikhtiarkan. Walhasil, negara bagian yang paling dapat mengembangkan pendidikannya dianggap akan lebih unggul daripada negara bagian yang lain dalam urusan pendidikan—tapi dengan capaian kemampuan standar siswa yang tetap harus sama.

Indonesia, sebaliknya, memiliki sistem pendidikan nasional yang harus diikuti sama oleh setiap propinsi atau daerah. Berbicara aspek otonomi, fun, kreativitas, inovasi, terobosan di dalamnya apalagi dalam semangat liberal seperti yang diusung oleh Amerika adalah lip service belaka. Lebih baik kita mengembangkan pendidikan kita dengan kearifan lokal sendiri, tapi yang bisa menjual, dengan karakter jati diri kita sendiri—seperti yang sebagiannya pernah disampaikan oleh Alm. Prof. Soenjono Dardjowidjojo dari Unika Atmajaya dalam satu seminar suatu ketika di depan saya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.