Bahasa Inggris Alat untuk Berpikir Kritis dan Berbahasa Taktis


(Posting tentang Bahasa Inggris sebagai alat untuk berpikir kritis dan berbahasa taktis; oleh seorang NEB)

Bahasa Inggris sekarang yang bukan lagi keterampilan saklek (skill) tapi sudah merupakan alat (tool) tidak layak lagi digunakan hanya untuk bersosialisasi dan berkomunikasi saja. Bahasa Inggris sekarang mesti dapat digunakan untuk berargumentasi dan melawan, yaitu melawan orang-orang yang pendapat dan logikanya nyeleneh. Inilah penggunaan kemampuan Bahasa Inggris pada tingkat yang paling tinggi. Kemampuan seperti ini memang harus dilatih sedari awal sedini mungkin. Ini bisa dimulai dengan isu sederhana dengan bahasa argumentasi yang sederhana pula—sampai isu besar dengan bahasa argumentasi yang kompleks juga. Yang dicontohkan terakhir di laman ini adalah beberapa posting seorang NEB melawan pikiran dan pendapat beberapa Muslim muda liberal tentang ijtihad atau re-interpretasi ayat-ayat Qur’an yang kebablasan. Ini kebablasan karena mereka menerapkan asas re-interpretasi ini kepada hampir semua ayat Qur’an, padahal ayat-ayat Qur’an berbeda kategori: Ada tentang aturan; ada tentang tanda dan peringatan; ada tentang cerita masa lalu; ada tentang kabar gembira. Re-interpretasi hanya dapat diterapkan kepada ayat-ayat tentang tanda dan peringatan, cerita masa lalu, dan kabar gembira—tidak kepada aturan yang sudah pasti atau tetap. Silakan dibaca kembali posting-posting NEB tentang ini di laman ini; dan hubungi lembaga untuk program Bahasa inggris untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan berbahasa taktis melawan pendapat dan pikiran orang yang miris…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.