Re-Interpretasi Kebablasan oleh Muslim Liberal terhadap Ayat Qur’an


(Posting tentang re-interpretasi kebablasan oleh muslim liberal terhadap ayat Qur’an; oleh seorang NEB)

Beberapa posting saya terakhir dalam Bahasa Inggris ditujukan kepada Muslim (dan juga non-Muslim) muda liberal yang berbicara tentang ijtihad atau re-interpretasi ayat-ayat Qur’an secara kritis. Dan mereka melakukan ini kepada semua ayat Qur’an, padahal ayat Qur’an memiliki kategori yang berbeda-beda: Ada ayat tentang aturan dan perintah; ada ayat tentang tanda dan peringatan; ada ayat tentang cerita masa lalu dengan pesan moral; ada ayat tentang kabar baik. Ijtihad atau re-interpretasi kritis tidak pas (juga tidak dapat, bahkan tidak boleh) diterapkan kepada ayat-ayat tentang aturan dan perintah yang bersifat sudah pasti atau tetap (fixed). Aturan haram dan dosa tentang homoseksual, misalnya, adalah sudah pasti atau tetap dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Ijtihad atau re-interpretasi kritis dapat diterapkan kepada ayat-ayat tentang tanda dan peringatan, tentang cerita masa lalu dengan pesan moralnya, dan tentang kabar baik. Ayat tentang (orang atau bangsa) Yahudi dll. yang tidak senang dengan Muslim dan Islam dan akan melakukan berbagai upaya untuk memalingkan Muslim dari Islam, misalnya, dapat diinterpretasi dengan kritis—dan untuk inilah Muslim awam mesti belajar dari ulama dan tokoh yang punya kapasitas dan otoritas untuk ini. Interpretasi mandiri tanpa ilmu bisa menyesatkan, misalnya, tafsir bahwa ayat itu menyuruh Muslim untuk membenci bahkan membunuh orang Yahudi kapan dan di mana saja bertemu… https://www.youtube.com/watch?v=f1eI7itIaJU.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.