Keterkaitan antara Bahasa Orang Lom Bangka, Dialek Melayu Riau-Johore, dan Bahasa Indonesia


(Posting tentang keterkaitan 3 bahasa Melayu yang sama; oleh seorang NEB)

“Nothofer (1997) mengatakan bahwa “Selama lebih daripada seratus tahun terakhir ini, kajian tentang keadaan linguistik di Bangka difokuskan kepada isolek yang dikatakan ‘bahasa Lom’ (hal. 17). Dan lanjutnya “Dialek Gunungmuda (desa kelahiran saya-ed) diteliti, kerana sangat mirip dialek Lom…” (hal. 15).

… ada indikasi bahwa kemiripan Bahasa Orang Lom Bangka dengan banyak unsur dialek Melayu Semenanjung selatan (‘Riau-Johore’) yang dipinjam selama 500 tahun terakhir ini seperti kata Blust (1994: 125) dan dengan Bahasa Indonesia informal (Smedal 1989: 42 dan rekannya: 167) menunjukkan kontribusi, kalau tidak akar atau sumber, kepada keberadaan Bahasa Indonesia yang sekarang kita kenal. Ini kemudian ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kota Pangkalpinang Akhmad Elvian (2012) dengan mengatakan bahwa “Bahasa Nasional kita yakni Bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari Bahasa Melayu Bangka, hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya Prasasti Kota Kapur, tulisan pada prasasti ini ditulis dalam Aksara Pallawa dan menggunakan bahasa Melayu.”

… Yang dapat direkomendasikan di sini untuk dilakukan selanjutnya adalah penelitian tentang asal-usul Orang Lom dan bahasanya. Yang sementara ini diketahui adalah bahwa “Data Lom dipakai Dahl (1991) dalam usahanya untuk membuktikan bahawa nenek moyang Orang Lom berasal dari Borneo Tenggara yang berbahasa Maanyan…” (Nothofer 1997: 19). Kemudian diketahui bahwa “Hipotesis Dahl (1951) bahawa Orang Madagaskar berasal dari daerah pemakaian bahasa Maanyan (Borneo Tenggara) diterima semua sarjana linguistik historis-komparatif Austronesia… Dahl (1991) mengajukan hipotesis bahawa Borneo Tenggara berpindah ke Madagaskar melalui Bangka, oleh kerana di Bangka (di Kota Kapur) ditemukan batu bersurat yang bahagian awalnya mengandung teks yang rupanya bersurat dalam Maanyan kuno” (Nothofer 1997: 119).”

Referensi:

Antoni, F. 2012. “Jejak-Jejak Pengaruh Islam Yang Ditolak Tapi Mengerangka: Yang Luput dari Interpretasi Hasil Penelitian Smedal (1989) tentang Orang Lom Suku Asli Bangka.” Makalah yang diterima dalam Seminar Internasional Melayu Gemilang di Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 20 – 21 Desember 2012. Tulisan utuhnya ada di http://nasbat-english.com/2012/12/bahasa-orang-lom/ (Dari sini kutipan di atas diambil).

Blust, R. A. 1994. Obstruent epenthesis and the unity of phonological features. Lingua 93: 111-139.

Dahl, O. C. 1951. Malgache et maanjan. Une comparaison linguistique. Oslo: Egede-Instituttet.

————. 1991. Migration from Kalimantan to Madagascar. Oslo: Norwegian University Press.

Nothofer, B. 1997. Dialek Melayu Bangka. Bangi: Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia.

Smedal, O. H. 1987. Lom-Indonesian-English & English-Lom wordlists. Nusa 28/29. Jakarta: Lembaga Nusa.

Smedal, O. H. 1989. Order and Difference: An Ethnographic Study of Orang Lom of Bangka, West Indonesia. Dicetak dan dijilid dari versi online-nya di http://www.anthrobase.com/Txt/S/Smedal_O_02.htm.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *