Membuat Pernyataan


(Posting tentang membuat pernyataan; oleh seorang NEB)

Membuat pernyataan (making a statement) adalah satu fungsi (ber)bahasa penting yang seperti kelihatan kecil sehingga sering dikesampingkan. Sebenarnya, di dalam belajar Bahasa Inggris, fungsi (ber)bahasa ini tidak bisa ditinggalkan dan harus diajarkan tuntas kepada siswa. Fungsi (ber)bahasa ini biasanya dimulai dengan ekspresi pembuka, yang kemudian diikuti oleh pernyataan, dan kemudian penjelasannya. Beberapa ekspresi pembuka yang sering dipakai dalam membuat pernyataan adalah I think, I believe, I guess, I am of the opinion, In my opinion, dan beberapa ekspresi lainnya.

Satu contoh yang diberikan di tulisan lain di laman ini adalah I think sand mining contributes more to environmental destruction than it does to people’s welfare, because while only some people have enough financial and human capital to run it and make profit, the destruction it causes is certainly wide. Dalam contoh ini, ekspresi pembukanya adalah I believe, pernyataannya adalah sand mining contributes more to environmental destruction than it does to people’s welfare, dan penjelasannya adalah because while only some people have enough financial and human capital to run it and make profit, the destruction it causes is certainly wide.

Kemampuan membuat pernyataan yang sistematis seperti ini adalah dasar dari melakukan hal yang sama dalam skala yang lebih besar, seperti menulis paragraf formal-akademis, menulis esai pada umumnya, menulis esai argumentatif, berdiskusi, bernegosiasi, berdebat, dan membuat pernyataan pada tingkat lembaga pemerintahan yang ditujukan untuk orang luar atau dunia luar. Sementara beberapa yang disebut di awal untuk siswa sudah dibahas di beberapa tulisan di laman ini—dan silakan cari saja, yang disebut terakhir yaitu membuat pernyataan oleh wakil pemerintah untuk orang luar atau dunia luar mesti juga dapat dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita mempunyai suara, posisi, dan martabat.

Membuat pernyataan seperti ini lazim dilakukan oleh pemerintah luar negeri untuk menyatakan posisi mereka tentang isu tertentu, terutama yang menyangkut kepentingan nasional (national interest) mereka. Pemerintah Indonesia seperti tidak melakukan ini. Kalaupun mereka melakukannya, mereka menggunakan Bahasa Indonesia yang hanya dimengerti oleh rakyatnya saja, tapi belum tentu oleh orang luar atau dunia luar.

Kebijakan seperti ini harus diperbaiki. Setiap ada kasus yang menyangkut negara kita, pemerintah harus mau dan mampu memberikan pernyataan dalam Bahasa Inggris untuk orang luar terkait. Dalam kasus terakhir seperti kasus PT. Freeport, WNI kita yang terlibat pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara di Malaysia, dan penghancuran terumbu karang Raja Ampat di Papua oleh kapal pesiar berbendera Bahama, pemerintah seharusnya sudah memberikan pernyataannya dalam Bahasa Inggris; tapi kita tidak mendengar itu.

Untuk contoh kasus yang disebut terakhir yaitu penhancuran terumbu karang Raja Ampat di Papua, bayangkan pejabat dari departemen terkait seperti Departemen Kemaritiman dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata membuat pernyataan sebagai berikut:

Ladies and Gentlemen,

Good morning.

I think it’s high time we spoke up.

So here goes.

As a government official representing both the Department of Maritime Affairs and the Department of Culture and Tourism, I would like to make an official statement regarding the destruction of our cherished Raja Ampat Coral Reefs in Papua by a cruiseline bearing a Bahama’s flag on March 4, 2017 as follows:

We hereby express our disappointment towards the crew aboard the cruiseline Caledonian Sky, which—out of their carelessness—entered the protected sea area of Raja Ampat Coral Reefs in Papua without any caution pertaining to such aspects as the depth of the sea, which led to the destruction of the said coral reefs in an irresponsible manner that should’ve been avoided—and would’ve been prevented had necessary precautionary measures been carefully taken.

We, therefore, demand responsibility on the part of the crew, the cruiseline, and the cruiseline company for all the losses they have caused our said valued coral reefs. We request of the said parties to officially notify us of their account of the story within 24 hours starting now 12 o’clock noon Western Indonesia Standard Time.

If we don’t receive any response from you within the given period of time, we shall proceed with a legal pursuit of the matter, that is, … dan seterusnya.

Ini tentu akan membuat kita bangga. Dengan begitu kita tahu bahwa pemerintah kita punya kehormatan dan harga diri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *