Dengan Kemampuan Bahasa Inggris Sebagai Alat, Masa Depan Cerah Gampang Didapat


(Posting tentang kemampuan Bahasa Inggris sebagai alat, untuk masa depan cerah gampang didapat; oleh seorang NEB)

Sebelum saya getol menjadi pemakalah pengajaran dll. Bahasa Inggris pada berbagai seminar dan konferensi mulai tahun 1999 https://www.facebook.com/notes/Ferry.Antoni.AR/experience-in-being-a-presenter-and-the-likes/10158143282160457, persis sebelum itu saya menghadiri satu sesi presentasi konferensi pengajaran Bahasa Inggris oleh pakar pengajaran Bahasa Inggris dari UI atau Unika Atmajaya Prof. Dr. Asim Gunarwan, yang dalam intronya mengaku sebagai masih keturunan Majapahit, yang rupanya beliau plesetkan sebagai singkatan dari ‘Manusia Jawa paling hitam’. Wealah saya sudah serius mendengarkan, ternyata beliau mulai dengan canda segar.

OK, jadi intinya pendekatan yang beliau tawarkan dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia adalah apa yang beliau sebut sebagai Minimalist and Maximalist Approach. Artinya adalah bahwa sebagian kecil orang Indonesia betul-betul membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris bagus dan mesti diajarkan tuntas (maximalist); namun sebagian besar orang Indonesia tidak langsung membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris dan bisa diajarkan seperti yang diperlukan (minimalist). Berangkat dari pendekatan ini yang masih terasa relevansi dan konteksnya, kemampuan Bahasa Inggris yang orang kejar sekarang dapat dibagi ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:

1. kemampuan Bahasa Inggris sebagai keahlian (skill) dengan segala aspek Bahasa Inggris yang mesti bagus nyaris tanpa cela; ini biasanya bagi mereka yang bekerja sebagai dosen Bahasa Inggris, guru Bahasa Inggris, instruktur Bahasa Inggris, penerjemah Bahasa Inggris, interpreter Bahasa Inggris, pembaca berita Bahasa Inggris, pembawa acara Bahasa Inggris. Untuk ini bisa jadi mereka harus mengambil program atau jurusan Bahasa Inggris atau juga pelatihan khusus.

2. kemampuan Bahasa Inggris sebagai alat (tool) umum. Ini biasanya bagi profesional berbagai bidang yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai alat untuk melakukan pekerjaannya. Mereka mengambil program atau jurusan apa saja sebagai bidang keahliannya, dan mempelajari Bahasa Inggris karena sadar mereka akan memerlukannya untuk melakukan pekerjaannya. Contoh-contoh untuk ini yang difitur di laman ini adalah Drs. Suhermanto Duliman, M.Eng http://nasbat-english.com/testimoni/ (Endorsemen Ahli dan Praktisi No. 4), yang bekerja di Badan Tenaga Atom Internasional berkantor di Wina, Austria dan Arsitek Ridwan Kamil waktu masih bekerja di luar negeri.

3. kemampuan Bahasa Inggris sebagai alat (tool) khusus. Ini biasanya bagi mahasiswa baru atau akhir program tertentu, pelamar kerja perusahaan tertentu, pejabat atau birokrat pemerintah atau swasta yang membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris khusus yang disyaratkan untuk penerimaan, kelulusan, kelolosan rekrutmen, dan promosi jabatan yang biasanya berbentuk TOEFL(R). Contoh-contoh untuk ini dapat dilihat dan dibaca di tautan http://nasbat-english.com/testimoni/ (Testimonial Partisipan Program, Ikon Program, dan Mitra).

NE—NASBAT English melatih semua kategori Bahasa Inggris di atas.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.