Kelemahan Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Umum


(Posting tentang kelemahan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah umum; oleh seorang NEB)

Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah umum meninggalkan banyak kelemahan. Kelemahan ini berada pada semua ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Nampaknya semua materi, pendekatan, dan jargon yang didengungkan oleh kurikulumnya hanya rapih dan ideal dalam rencana, tapi tidak (OK, belum) dalam pelaksanaannya. Terlalu banyaknya aturan, petunjuk, dan faktor berpengaruh lainnya membuat pembelajaran Bahasa Inggris pada prakteknya seperti kehilangan fokus bahkan jiwa. Proses-belajar mengajar seperti terjadi dengan segala kegiatan siswa dalam kelas yang masih berjubel, tapi hanya sebatas kulit yang tidak menyentuh esensi. Tujuan belajar akhir tetap saja mengejar nilai di UD, US, dan UN dalam bentuk pilihan ganda yang tidak berbicara banyak tentang kemampuan nyata siswa. Siswa tidak mampu menggunakan Bahasa Inggrinya dengan tepat pada saatnya. Siswa tidak memiliki kedekatan emosional (emotional attachment) dengan Bahasa Inggrisnya. Dan siswa tidak menunjukkan kognisi yang baik dalam pemahaman aturan Bahasa Inggrisnya. Lengkaplah semua kelemahan yang ada.

Teringat kembali pendapat Prof. Dr. A. Chaedar Alwasilah, M.A. suatu saat bahwa pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah umum gagal—yang sepertinya masih benar saja sekarang. Ini kemudian dikukuhkan dari sisi SDM gurunya yang menurut Prof. Dr. Nenden Sri Lengkanawati, M.Pd dari penelitian kecilnya tentang ini suatu ketika masih lemah—yang sepertinya masih berlanjut juga. Dari pengalaman kami melatih kemampuan Bahasa Inggris siswa (lulusan) sekolah umum yang berencana melanjutkan studi ke perguruan tinggi, akademi, NHI, dan lainnya, masalah di atas betul-betul terkonfirmasi dan ditemukan. Dengan melihat bahwa mereka ini adalah para siswa pilihan dan bukan siswa kebanyakan (cream of the cream) yang masih menunjukkan masalah dengan kemampuan Bahasa Inggrisnya pada semua ranah tersebut di atas, bagaimana dengan siswa kebanyakan? Tapi begitulah aturan dan hukum kehidupan. Di mana ada masalah, di situ ada solusi. Lembaga Bahasa Inggris di luar sekolah umum menjadi mendapat peran dan porsi dalam membantu menyelesaikan masalah kemampuan Bahasa Inggris siswa sekolah umum. Lembaga seperti ini berada di garda terdepan untuk menyambut siswa dan memperbaiki kemampuan Bahasa Inggris mereka lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *