Pengajaran ‘Simple Present’ dan ‘Simple Past’ Sebaiknya dalam Satu Paket


(Posting tentang pengajaran simple present dan simple past dalam satu paket; oleh seorang NEB)

Simple present dan simple past selama ini selalu diajarkan sendiri-sendiri secara terpisah. Padahal sebenarnya kedua tense ini saling bertautan dan sebaiknya diajarkan bersamaan dalam satu paket. Ini karena, dalam kenyataannya, apa yang tidak masuk simple present otomatis jatuh ke simple past; dan apa yang tidak jatuh ke simple past masuk langsung ke simple present.

Pengajaran kedua tense ini tentu saja mesti dimulai dengan penjelasan penggunaan keduanya dengan tepat sehingga efektif. Penjelasan bahwa simple present digunakan untuk menyatakan kegiatan yang dilakukan secara berkala dan simple past dipakai untuk menyatakan kegiatan yang dilakukan di masa lalu terbukti belum efektif membuat siswa mampu menggunakan kedua tense ini dengan benar.

Sebagai alternatif, berikan penjelasan yang lebih efektif untuk simple present, yaitu bahwa setiap hal yang rutin dilakukan adalah simple present, dan tandingannya setiap hal yang tidak rutin adalah simple past. Sekolah, bangun pagi, sarapan, berolah raga, nonton TV adalah contoh-contoh hal yang rutin; jatuh, telat, melihat hantu, mimpi buruk, bertemu mantan adalah contoh-contoh hal yang tidak rutin. Catat juga bahwa sekolah, bangun pagi, sarapan, berolah raga, nonton TV bisa menjadi hal-hal yang tidak rutin kalau diberi konteks spesifik; dan jatuh, telat, melihat hantu, mimpi buruk, bertemu mantan bisa menjadi hal-hal yang rutin kalau diberi konteks umum.

Selanjutnya, ajarkan bahwa dengan pemahaman di atas, pola kalimat sederhana yang mengikutinya cukup S P kalau tidak perlu S P O atau S P O K—Jadi (terutama) K keterangan waktu pun tidak perlu; bahkan keterangan waktu seperti everyday, twice a week, three times a month, dll. dan keterangan frekuensi always, often, sometimes, dll. bisa menyesatkan. Dengan semangat prinsip percakapan, informasi apapun yang diperlukan dapat selanjutnya ditanyakan oleh lawan bicara. Yang paling penting adalah bahwa aturan simple present dan simple past di atas dipegang teguh.

Contoh-contoh yang dapat diberikan di sini adalah:

Hal-hal yang rutin:

I go to school.

I go to State Senior High School 5 Bandung.

I get up early.

I have breakfast.

I do sports.

I watch TV.

Hal-hal yang tidak rutin:

I fell.

I came late.

I saw a ghost.

I had a bad dream.

I met my ex.

I flew Garuda.

Hal-hal yang rutin menjadi hal-hal yang tidak rutin:

I went to school.

I went to State Senior High School 5 Bandung.

– I got up early.

I had breakfast.

I did sports.

I watched TV.

Hal-hal yang tidak rutin menjadi hal-hal yang rutin:

I fall.

I come late.

I see ghosts.

I have bad dreams.

I meet my ex.

I fly Garuda.

Kalau dimasukkan ke dalam percakapan:

Hal-hal yang rutin:

A: What do you do?

B: I’m a student; I go to school.

A: Where do you go to?

B: I go to Senior High School 5 Bandung.

Hal-hal yang tidak rutin:

A: I fell.

B: Really? Bad. Tell me more.

A:  Fell off my bike when I turned left to the gas station.

B: When was that?

A: Just yesterday.

Hal-hal yang rutin menjadi hal-hal yang tidak rutin:

A: I always got up early.

B: You don’t anymore.

A: Right; but I did then.

B: What made you?

A: Spirit of a young boy?

Hal-hal yang tidak rutin menjadi hal-hal yang rutin:

A: I see ghosts.

B: No doubt. You told me you have a 6th sense.

A: Yeah. It’s not like I like it.

B: What are you talking about? It’s a bless. You should be grateful.

Daftar kata kerja tidak beraturan yang mungkin diperlukan untuk membuat baik ujaran simple present maupun simple past https://vignette.wikia.nocookie.net/polandball/images/7/74/IRREGULAR_VERBS.jpg/revision/latest?cb=20171207161104.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.