Guru Penurut, Guru Diikut


(Posting tentang guru yang penurut kepada pembinanya dan diikuti oleh siswanya; oleh seorang NEB)

Guru yang baik dan efektif adalah guru yang menurut kepada pembinanya—apalagi kalau pembinanya adalah orang yang mumpuni, cakap, berwawasan luas dalam bidangnya, dan tetap baik hati terus berbagi. Dengan begini tidak ada alasan untuk menentangnya. Maka tersebutlah seorang guru ini (sebut saja Mia) yang masuk kategori di atas. Setiap ada kesempatan sharing, group dynamics, dan coaching and mentoring, dia ikut, menyimak, terlibat, belajar banyak, menyimpan ilmunya, dan menerapkannya dalam kegiatan mengajar dan belajarnya. Ilmu yang baik tidak akan sia-sia; ia akan muncul dan diperlukan pada saat yang tepat.

Pada satu kesempatan ketika dia menghadiri sesi perkuliahan program S2 jurusan Bahasa Inggrisnya, sang dosen membahas topik seputar kolokasi dan bertanya kepada para mahasiswanya: “Who can say this correctly in English: ‘Jeruk kaya akan vitamin C?’” Para mahasiswa mencoba menjawab, tapi jawaban guru binaan saya inilah yang paling menarik perhatian sang dosen karena tidak hanya tepat tapi juga mantap (Guru binaan saya ini berkepribadian periang, supel, dan percaya diri). Jawabannya adalah: Oranges are rich in vitamin C. Dia bercerita kepada saya bahwa dari sesi sharing saya dia ingat bahwa kata benda yang dapat dihitung kalau digunakan dalam konteks secara umum harus mengambil bentuk jamak (oranges), dan kata sifat rich hanya berjodoh, berkolaborasi, atau berkolokasi dengan kata depan in saja seperti dalam daftar lengkap yang saya sudah berikan kepadanya.

Guru saya ini menambahkan bahwa jawaban rata-rata rekan-rekannya yang lain adalah: Orange consists of vitamin C; an orange contains vitamin C; the orange is rich with vitamin C dan beberapa kombinasi ini. Terlihat bahwa guru saya mengerti bahwa dia harus mempertahankan kolokasi ‘kaya akan’ dengan rich in, sedangkan teman-temannya menggantikannya dengan consist of dan contain yang berarti ‘terdiri dari’ dan ‘mengandung’. Walaupun kata-kata ini bersinonim dengan ‘kaya akan’, ini tidak menjawab persoalan yang dilemparkan sang dosen: kolokasi ‘kaya akan’, yang hanya dapat diganti dengan bentuk tetap rich in. Bravo!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.