‘Post-Truth’ Bukan Barang Baru


(Posting tentang post-truth yang bukan barang baru)

Post-truth (info yang diberikan pembicara berada di luar kebenaran yang sengaja tidak hendak disampaikan (info delivered goes beyond the truth not meant to be revealed) sebenarnya bukan barang baru. Orang Inggris (baca: Amerika) sudah biasa menjajakan ini dalam diskursus sehari-hari, lagu, dan film. Dan ini akhirnya masuk juga ke dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris.

Fitur (tata)bahasa yang paling lazim dipakai untuk ini adalah bentuk ‘paling’ kata sifat (superlative form of adjectives—SFoA). Intinya, bentuk ‘paling’ (SFoA) yang digunakan tidak harus benar-benar menyatakan kebenaran ‘paling’ terhadap faktanya, tapi untuk basa-basi sopan, menyenangkan hati, membuat senang, atau sebaliknya menantang, memanas-manasi, atau membakar lawan bicara. Beberapa contohnya:

This is the most delicious food I’ve ever tasted (tamu kepada tuan rumah yang menyuguhkan makanan gratis enak).

You are the prettiest girl who has ever captured my heart (perayu kepada yang dirayu).

That is the silliest idea anyone has ever suggested (peserta rapat kepada rekan rapat).

– Dll.

Referensi:

Antoni, F. 2020. ‘Post-Truth’ dalam Berbagai Diskursus dari Perspektif Sosiolinguistik. Dapat diakses di sini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *