Miscellany (Communication, Listening, Teaching, Etc.)


(A posting on justice the Indonesian vs the American way) Justice for one party can be unjustness for the other: The following is the difference between Indonesian lawyers and their counterparts, American lawyers, in defending their clients. In the Indonesian justice system, the final authority in the court to decide […]

Justice the Indonesian Vs the American Way


(Esai populer padat tentang kata ‘pemerintah’ yang harus diganti; sudah dikirimkan kepada KSP (Kantor Staf Presiden) untuk kemungkinan diteruskan kepada Pres. Joko Widodo untuk dilihat dan dipertimbangkan) Sudah disepakati bersama bahwa Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu. Berbagai kosakata Bahasa Melayu gampang diserap begitu saja ke dalam Bahasa Indonesia. Menariknya, […]

‘Pemerintah’ Harus Diganti


(Posting tentang kata ‘pemerintah’ yang mesti diganti) Teringat waktu kecil saat suka nyuruh-nyuruh adik, Ibu langsung menyela: ‘Jangan suka jadi pemerintah, walaupun sebagai anak tertua ya.’ Dalam dan dari Bahasa Melayu, kata ‘pemerintah’ (order giver, tukang perintah, penyuruh) memang tidak baik. Ia bermakna negatif. Ia mengandung makna thaghut, Fir’aun, dan […]

‘Pemerintah’ Mesti Diganti



(A short article on the West’s kind of freedom of speech and freedom of expression) Given the previous commemoration of the birth of Prophet Muhammad SAW and Pres. Macron’s defense of the Muslim-angering Prophet caricature, it is fitting to say that you will never understand the especially here West’s mind […]

The West’s Kind of Freedom


(An article review) Walqui, Aida. (2000). Contextual factors in second language acquisition. ERIC Digests. Retrieved March 1, 03 from https://www.cal.org/ericcll/digest/0005contextual.html. There exist numerous factors believed to affect second language acquisition (SLA). Walqui asserts that while discussions about learning a second language have always been focused on teaching methodologies, little has […]

Factors Important in Second Language Acquisition


(An article originally published on ‘Koran SINDO’ daily newspaper https://nasbat-english.com/wp-content/uploads/2020/09/giving-opinions.jpg; adapted a bit) In this edition we will feature one important language function in today’s communication of topics and ideas (TCTI). It is simply called ‘giving opinions’. It is important because in TCTI we do not only use English to […]

Giving Opinions



(Posting tentang post-truth yang bukan barang baru) Post-truth (info yang diberikan pembicara berada di luar kebenaran yang sengaja tidak hendak disampaikan (info delivered goes beyond the truth not meant to be revealed) https://nasbat-english.com/2020/08/post-truth-dari-perspektif-sosiolinguistik/ sebenarnya bukan barang baru. Inggris (baca: Amerika) sudah biasa menjajakan ini dalam diskursus sehari-hari, lagu, dan film. […]

‘Post-Truth’ Bukan Barang Baru


(Posting tentang post-truth dalam berbagai diskursus dari perspektif Sosiolinguistik) Cukup dari analisa akademis disiplin Sosiolinguistik saja, terlihat bahwa post-truth dibangun dari eksploitasi ‘Quality Maxim‘ (satu maksim dari ‘Cooperative Principle‘ (Grice 1975)) yang berakhir dengan ‘intentionally exaggerated lie‘ (Stevenson 1987: 110), ‘besak omong’ atau ‘bebulak’ (Bahasa Melayu Belinyu Bangka), ‘ngibul’ (istilah […]

‘Post-Truth’ dalam Berbagai Diskursus dari Perspektif Sosiolinguistik


(Posting tentang aturan asyik mengawinkan kalimat) Mengawinkan kalimat (S P atau S P O) dalam Bahasa Inggris mesti mengikuti aturan menggabungkan kalimat standar yang sudah ditentukan. Paling banyak tiga kalimat dapat dikawinkan, dan tiga kalimat ini digabungkan dengan dua kata sambung. Berikut adalah seluruh aturan dimaksud; contoh-contoh kalimat diambil dari […]

Aturan Asyik Mengawinkan Kalimat