Endorsemen & Testimonial


Ade PNc

(Catatan: Dari persepsi deiktik sekarang waktu Anda membaca ini, pekerjaan, posisi, atau jabatan orang-orang yang disebut di bawah ini bisa jadi sudah berubah; entri lama dan baru semuanya digabung).

NEB terkait dimaksud: Ferry Antoni.

Endorsemen Dewan Pakar

Ade Purna Nugraha, S.Pd, M.Pd https://igracias.telkomuniversity.ac.id/kodedosen2013.php (cari dengan kode dosen PEE), dosen Bahasa Inggris Telkom University Bandung, dosen Bahasa Inggris Universitas Widyatama Bandung, dosen Bahasa Inggris Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung, dan instruktur Bahasa Inggris di LBPP LIA Buahbatu:

“Mengajar dan melatih Bahasa Inggris disesuaikan dengan kebutuhan siswa—bukan intensi dan aspirasi kami pengajar atau pelatih. Pengambilan contoh-contoh yang pas untuk maksud itu seperti Bapak Ridwan Kamil dengan Bahasa Inggrisnya adalah tepat untuk memotivasi siswa mampu menggunakan Bahasa Inggris secara fungsional dengan percaya diri apapun latar belakang akademis dan profesionalnya. Semua orang yang butuh Bahasa Inggris, harus bisa Bahasa Inggris. Dan kami melatih itu.”

Endorsemen Ahli dan Praktisi

Prof. Dr. A. Chaedar Alwasilah, ahli pendidikan Bahasa Inggris dari UPI:

“praktek pengajaran Bahasa Inggris di sini (Indonesia-ed) terlalu menekankan kesempurnaan pemerolehan kemampuan bahasa ini, yang tidak akan pernah terjadi …” (Sebenarnya malah dalam bahasa ujar) “kreativitas dan kebedaan dapat diterima” (2001: 46) (terj.).

Prof. Dr. Didi Suherdi, M.Ed, ahli pengajaran Bahasa Inggris dari UPI:

(Bahasa adalah alat berpikir dan berkomunikasi. Dan siswa membutuhkan Bahasa Inggris Akademis lebih daripada sekedar Bahasa Inggris Umum sebagai alat berpikir dan berkomunikasi dalam konteks akademis). “Dengan akses terhadap suasana akademik yang lebih kondusif, mereka akan memiliki sikap akademik, disiplin, dan pencapaian yang lebih kompetitif sehingga kemampuan intelektualnya terbina dan sikap ilmiahnya berkembang. Inilah model penting dalam pengembangan diri…” (2011: -).

Prof. Dr. Andy Kirkpatrick, ahli dalam bidang Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dari Institut Pendidikan Hong Kong:

(Bahasa Inggris bukanlah keterampilan, tetapi alat. Dan sebagai alat Bahasa Inggris tidak perlu kaku karena aturan tatabahasa, tapi fungsional dalam menyampaikan makna. Kesempurnaan berbahasa tidak dipaksakan. Keterpahaman diajarkan. Tatabahasa diperbaiki sambil jalan. Dengan ini semua), “…program NE—NASBAT English Anda kelihatannya amat menarik…” (terj.).

Drs. Suhermanto Duliman, M.Eng, pegawai sipil internasional di Badan Tenaga Atom Internasional PBB Wina, pengguna Bahasa Inggris sebagai bahasa perhubungan dalam melakukan pekerjaannya berkomunikasi dengan pegawai PBB lain dari seluruh dunia:

“Sebagai pegawai sipil internasional PBB, saya merasa bahwa saya memang menggunakan Bahasa Inggris lebih sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh dunia dalam melakukan pekerjaan saya. Bahwa saya mengerti mereka dan mereka mengerti saya adalah hal yang paling penting. Keakuratan tatabahasa menyusul saja. Saya bahkan masih terus belajar untuk memperbaiki tatabahasa saya. Kalau ternyata NE—NASBAT English juga melakukan ini kepada siswanya, saya pikir NE berada pada jalur yang benar” (terj.).

Desi Anwar, penyiar, jurnalis, produser, dan pembawa acara Face to Face with Desi Anwar di Metro TV; dalam sebuah kegiatan Public Speaking Workshop di Hotel Aston Primera Pasteur Bandung dalam rangkaian acara peringatan ulang tahun PT. Biofarma ke-123 dan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-68; mengatakan sesuatu yang merupakan motto Kami sejak awal:

“Untuk banyak orang yang memerlukan dan menggunakan Bahasa Inggris untuk berbagai kebutuhan, Bahasa Inggris lebih merupakan alat…”

Moshe Kai Cavalin, ‘anak ajaib’ Amerika yang percaya kepada pentingnya 2 mata pelajaran yaitu sains dan Bahasa Inggris sedari kecil; menyelesaikan kuliah dalam usia 11 tahun dengan IPK 4:

“Saya butuh 72 jam sehari. Sekarang saya sedang menyelesaikan UCLA agar rampung bulan Juni, mendapatkan lisensi pilot saya, menulis buku baru dan kegiatan-kegiatan lain yang menyita sebagian besar waktu saya. Saya hanya punya sedikit waktu…(NE—NASBAT English) saya akan bantu” (terj.).

Referensi:

Alwasilah, A. C. (ed.). 2001. Language, Culture, and Education: A Portrait of Contemporary Indonesia. Bandung: CV. Andira.

Suherdi, D. (2011, June). ARTS: Seni Memutus Mata Rantai Potret Buram Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah. Pidato pengukuhan sebagai guru besar dalam bidang ilmu pengajaran Bahasa Inggris pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI.

Testimonial Partisipan Program, Ikon Program, dan Mitra

Harta Purnama, Compliance Director Bank BJB Syariah; mengambil program Conversational Corporate English:

“Saya suka belajarnya dengan banyak topik yang ditanyakan langsung, sehingga saya bisa melatih kemampuan mendengar saya, kemudian kemampuan berbicara saya dalam menjawab itu.”

Kompol Anwar Haidar, S.Ik., M.Si., Wakapolres Bogor, sebelumnya Sekpri Kapolda Jabar, dan sebelumnya Wakapolres Cimahi; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk melanjutkan studi di Sespim Polri:

“Saya senang semua latihan soal yang kita kerjakan dengan strateginya membawa hasil. Saya ingat aspek soal yang diuji. Saya mengerjakan tes dengan percaya diri.”

Kolonel Arm. Rufbin Marpaung, Staf Ahli Pangdam III/Siliwangi Bidang Ipengtek dan Lingkungan Hidup; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk pendidikan perwira lanjutan; kemudian setelah sukses ini mengambil program Conversational and Academic English untuk mempersiapkan dirinya mengikuti kegiatan belajar dimaksud di luar negeri:

“Pak Ferry, terima kasih. Skor TOEFL(R) saya sudah 504; sudah cukup. Saya lanjut mengambil program Conversational and Academic English untuk mempersiapkan diri mengikuti program belajar di Cina.”

Eugenia Sonya Karenina, student of Bintang Mulia Senior High School Bandung; takes up English for IELTS(R) Skills program to increase her IELTS(R) score to continue her study in a graphic design program in either Singapore or Hong Kong:

“Pak Ferry, thank you very much for your IELTS lessons. I have just received my test score. Here are my results: Listening (8.5), reading (7), writing (5.5), speaking (7) and the overall band score is 7. I am happy to announce that my score is more than enough to meet the university requirement which is 6.5. Once again, thank you for your assistance. Best regards, …”

Wiwi Marwiyah, S.Pd, M.Si, guru sains RSBI SMPN 2 Padalarang, partisipan terbaik program Instructional English for RSBI Schools Content-Subject Teachers; kemudian lulus mengikuti program Studi Administrator/Manajemen Sekolah Internasional di Negara OECD di Australia bekerja sama dengan Flinders University dari awal sampai akhir September 2011; guru berprestasi terbaik tingkat SMP se-Bandung Barat; mengikuti Training Course on Research and Development by SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science, Programmes Year 2012, June 19-28, 2012, Bandung, West Java, Indonesia; juara pertama Lomba Karya Tulis Membuat Bahan Ajar bagi Guru SMP 2012; oleh Direktorat Depdiknas terkait ditugaskan mengikuti pelatihan sejenis selanjutnya di Penang, Malaysia bulan September 2012 (sekarang sekolah mandiri):

“Saya merasa saya mempelajari materi yang benar-benar akan saya perlukan di kelas nanti lewat program ini, terutama karena pendekatan pelatihannya menggabungkan fixed expressions untuk membuka kelas, meriviu pelajaran, dst. sampai menutup kelas dan creative language untuk mendefinisikan konsep, menjelaskan, memaparkan, dll.”

Dr. Sangyoung PARK, team leader, Integrated Water Resources Management in The Citarum River Basin Project, Bandung; mengambil program Indonesian for Expats:

“Saya pikir mempelajari Bahasa Indonesia dengan menggunakan baik fixed expressions untuk memperkenalkan diri, menyapa, berpisah, meminta, dll. maupun creative language untuk membuat pernyataan, menyampaikan pendapat, menjelaskan, memberikan alasan, dll. adalah pendekatan belajar yang bagus karena saya memerlukan keduanya untuk kehidupan profesional dan sosial saya sehari-hari” (terj.).

Dra. Sri Wiludjeng, Vice President of Corporate Finance PT. KAI; mengambil program Corporate English:

“Saya diperkenalkan dan belajar baik fixed expressions maupun creative language untuk berbicara Bahasa Inggris sosialisasi sehari-hari dan juga untuk berkomunikasi di kantor dalam menjelaskan job description, memimpin rapat, memberikan presentasi, dll. walaupun sedikit demi sedikit.”

Ir. Heryadi Rachmat, M.M, ahli geologi senior, perekayasa pada Badan Geologi-KESDM; mengambil program English for Presentation untuk meningkatkan kemampuan presentasinya pada berbagai seminar:

“Saya mempelajari aspek bahasa yang benar-benar akan saya perlukan dalam kegiatan presentasi seminar saya; saya mempelajari bagaimana membuka presentasi saya sampai menutupnya; yang lebih penting lagi, saya mempelajari bagaimana mengembangkan ide presentasi saya berbasis slide yang ternyata lebih baik berisi kata-kata penting saja bukan kalimat utuh.”

Indra Cipta Putra Mandiri, siswa SMA; belajar Bahasa Inggris dari usia 3 tahun di rumah; mempresentasikan topiknya tentang dinosaurus dalam Bahasa Inggris waktu kelas 5 SD di depan siswa tingkat tertinggi higher intermediate 4; dengan rekannya Azmie Naufal Akmal memenangkan tempat ke-3 Lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat SMP Nasional 2013 di Bali; memperoleh skor 567 pada tes TOEFL(R) waktu kelas 2 SMP; masuk sekolah pilihannya SMAN 5 Bandung lewat jalur prestasi tersebut di atas; outstanding student juga best student pada program belajar Bahasa Inggrisnya; menyelesaikan program belajar Bahasa Inggris tingkat tertinggi higher intermediate 4 dengan nilai akhir sangat baik waktu kelas 1 SMA; juara ke-2 lomba pidato Bahasa Inggris se-Jawa Barat tahun 2016; mengikuti ekskul klub debat Bahasa Inggris Five English Debating Union (FEDU) di sekolahnya; menyenangi History Channel dan mempelajari semua aspek tentang PD II serta membuat kesimpulannya sendiri (sekarang sekolah mandiri):

“Lebih penting daripada sekedar kemampuan berkomunikasi Bahasa Inggris umum sehari-hari, Bahasa Inggris Akademis adalah alat yang membuat saya mampu mengemukakan pendapat, menjelaskan materi pelajaran, sampai ke presentasi di depan kelas.”

Chiquita, siswi SMK Sandhy Putra Makassar; mengambil program Conversational English untuk menyiapkan diri dalam tes wawancara masuk NHI Bandung dan kuliah di akademi ini:

“Terima kasih atas bimbingannya. Semua yang diajarkan dalam program, keluar di tes wawancara.”

Ayu Indriani Martawilaga, mahasiswi SBM ITB; mengambil program Conversational and Academic English untuk mempersiapkan dirinya mengikuti program belajar-mengajar bilingual:

“Bimbingan bahasa Inggris yang diberikan sangat bermanfaat bagi saya. Materi yang saya pelajari disesuaikan dengan apa yang akan saya pelajari di kuliah nanti sehingga saya yakin akan mempermudah untuk berkomunikasi di lingkungan kuliah nanti. Banyak sekali ilmu yang saya dapat dan bisa saya terapkan dalam penggunaan bahasa Inggris sehari-hari. Gaya belajar pun mengasyikan dan melatih saya untuk mengembangkankan creative language yang sangat penting.”

Nina Nurhayati, lulusan SMAN 1 Sumedang; mengambil program Conversational and Academic English untuk mempersiapkan dirinya belajar di Perancis:

“Semua materi yang diberikan sangat menarik dan mudah dipahami. Banyak hal baru yang saya pelajari untuk mempermudah cara berkomunikasi di lingkungan kuliah nanti.”

Fadillah, mahasiswi Program Sastra Inggris UNPAD; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya:

“Saya belajar TOEFL(R) untuk terus mempertahankan kemampuan TOEFL(R) saya yang sudah baik.”

Muhammad Frisky Zio, siswa SMAN 4 Bandung; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha:

“Saya belajar banyak seperti memperdalam grammar salah satu contohnya; hal ini penting untuk menunjang studi dan karir saya ke depannya nanti. Sekarang saya sudah masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha.”

Vina, dokter muda; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk mengambil program spesialis S2 di UI:

“(Skornya) sudah 584 Pak Ferry :-)”

Muhammad Rivaldi, mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk masuk AKPOL:

“Terima kasih atas bimbingannya Pak. Sekarang saya sudah masuk AKPOL. Nanti kita belajar TOEFL(R) lagi.”

Esa Septa Ali Yuha Pratama, mahasiswa Jurusan PJKR FPOK UPI; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk masuk AKPOL. Ibundanya:

“Alhamdulillah Esa diterima di Akpol…; terima kasih atas bimbingannya.”

Aldrin Oktavianto Renaldy, mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Kristen Maranatha; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya  untuk mendaftar dan masuk AKPOL. Ibundanya:

“Alhamdulillah, Aldrin lulus masuk AKPOL. Sudah di Semarang, tanggal 30 (Juli 2015) basis di Magelang. Terima kasih banyak atas bantuan didikan untuk Aldrin. Tinggal adiknya, Alvin, nanti les juga.”

Ulfi Reza Aprilianto, mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk masuk AKPOL; juga kemudian mengambil program English for interview untuk persiapan wawancara masuk sekolah penerbangan AAA di Filipina:

“Alhamdulillah saya diterima di sekolah penerbangan AAA di Filipina. Rencananya bulan Januari 2015 saya mau mengambil program lagi untuk memperkuat vocab dan speaking saya sebelum berangkat.”

Gladys, mahasiswi Universitas Kristen Maranatha Jurusan Teknik Industri; mengambil program Conversational English untuk meningkatkan kemampuan percakapan Bahasa Inggrisnya:

“Selama proses belajar dengan Bapak, saya merasa terbuka pikiran tentang Bahasa Inggris dan masih harus belajar kosakata yang lebih banyak lagi.”

AKP Senen Ali Nawawi, Kanit Dit Sub III Polda Jabar untuk putranya Muhammad Alzoeby Erbakan, siswa SMA Plus Astha Hannas Karawang; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk mendaftar dan masuk AKPOL:

“…Alhamdulillah Zoeby lulus dan terpilih menjadi taruna AKPOL tahun 2016. Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas bimbingan, dukungan, dan doanya selama ini…”

AKP Asep Saepudin, S.Pd, M.H. untuk putranya Muhamad Irza Rahadian, siswa SMA Krida Nusantara Bandung; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk masuk AKPOL—dan tujuan akademis lainnya:

(Setelah tes TOEFL(R) dan memperoleh skor yang diperlukan untuk kualifikasi) “…mohon doanya malam ini juga Irza berangkat ke Melbourne dalam rangka pertukaran pelajar selama satu bulan.”

AKP Yuswandi, SH., MH. untuk putranya Darma, siswa SMAN 1 Purwakarta; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya  untuk mendaftar dan masuk AKPOL:

“Alhamdulillah Darma sekarang sudah tingkat II di Akpol; mohon sekarang dilatih juga keponakan saya untuk rencananya masuk Akpol juga.”

Eunike Louise Heryadi, lulusan Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Jurusan Kepariwisataan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung; mengambil program Conversational English untuk meningkatkan kemampuan bercakap-cakapnya dalam Bahasa Inggris untuk bekerja di luar negeri:

“Terima kasih atas bimbingannya. Semua materi yang diberikan sangat membantu saya untuk berbicara dalam Bahasa Inggris sehari-hari. Cara mengajar yang diberikan asyik, tidak membosankan, dan sangat memotivasi saya untuk belajar Bahasa Inggris lebih lagi.”

Bella, mahasiswi Fakultas Kedokteran UNISBA; mengambil program Conversational and Academic English untuk mempersiapkan dirinya mengikuti program belajar-mengajar bilingual:

“Bahasa Inggris yang diajarkan berguna sekali bagi saya, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan saya untuk dapat bercakap-cakap sehari-hari dan juga di kelas.”

AKP Tofik Sukendar, S.IP, Kanit BPKB Polda Jabar; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk melanjutkan studi di Sespim Polri Lembang:

“Terima kasih atas bimbingannya selama belajar; saya diterima dan sekarang sudah di Lembang mengikuti pendidikan Sespim.”

AKP Sujana, Kasat Binmas Polda Banjar; mengambil program English for TOEFL(R) Skills untuk meningkatkan skor TOEFL(R)-nya untuk melanjutkan studi di Sespim Polri Ciputat, Jakarta:

“Saya sudah menyelesaikan pendidikan di Ciputat, Jakarta. Ini saya baru kembali dari melapor ke Polda Jabar. Terima kasih.”

Moshe Kai Cavalin, ‘anak ajaib’ Amerika yang percaya kepada pentingnya 2 mata pelajaran yaitu sains dan Bahasa Inggris sedari kecil; menyelesaikan kuliah dalam usia 11 tahun dengan IPK 4; sedang menyelesaikan UCLA agar rampung bulan Juni:

“Artikelnya bagus-bagus; nanti saya punya waktu, saya akan dalami.”