Monthly Archives: August 2020


(Posting tentang post-truth yang bukan barang baru) Post-truth (info yang diberikan pembicara berada di luar kebenaran yang sengaja tidak hendak disampaikan (info delivered goes beyond the truth not meant to be revealed) sebenarnya bukan barang baru. Orang Inggris (baca: Amerika) sudah biasa menjajakan ini dalam diskursus sehari-hari, lagu, dan film. […]

‘Post-Truth’ Bukan Barang Baru


(Posting tentang post-truth dalam berbagai diskursus dari perspektif Sosiolinguistik) Cukup dari analisa akademis disiplin Sosiolinguistik saja, terlihat bahwa post-truth dibangun dari eksploitasi ‘Quality Maxim‘ (satu maksim dari ‘Cooperative Principle‘ (Grice 1975)) yang berakhir dengan ‘intentionally exaggerated lie‘ (Stevenson 1987: 110), ‘besak omong’ atau ‘bebulak’ (Bahasa Melayu Belinyu Bangka), ‘ngibul’ (istilah […]

‘Post-Truth’ dalam Berbagai Diskursus dari Perspektif Sosiolinguistik